Inginkan KTA, Simak Dulu Sebelum Ambyar

Bisnis, Tips

Kredit Tanpa Agunan (KTA) merupakan jenis kredit di mana Anda tidak perlu menjadi anggota jaminan atas utang ditemukan, mungkin karena Anda tidak ingin, atau tidak memilikinya. Meskipun diberikan tanpa agunan, sisa-sisa peminjam diwajibkan untuk membayar beberapa angsuran mana angsuran dibagi menjadi utang pokok dan bunga utang.

Secara umum, kualitas kredit dari debitur juga akan dinilai melalui data yang dikumpulkan dari lembaga keuangan lainnya dalam waktu 24 bulan. Yang terakhir. kondisi keuangan peminjam juga dinilai melalui slip upah, NPWP (Haruskah Pajak Nomor Polisi) atau dokumen lain. Kegagalan untuk membayar cicilan juga akan menyebabkan semua aset bukan uang yang kita telah diambil alih oleh bank.

Di sisi lain, kredit yang diperoleh dari bank di mana debitur diwajibkan anggota berbentuk jaminan deposito, aset properti atau kendaraan, yang jika peminjam tidak berhasil membayar, jaminan juga akan diambil alih oleh bank. Misalnya kredit dengan agunan yaitu multiguna kredit, KPR (Kredit Pemilikan tinggal) atau KPM (Kredit Pemilikan Mobil / Motor).

Ketidaksamaan Dari Produk KTA

Meskipun keduanya mempunyai kesamaan yakni, peminjam diharuskan untuk membayar cicilan yang terbagi dalam pokok utang dan bunga utang, ada banyak ketidak samaan mendasar pada KTA serta credit dengan agunan. Sebagian ketidak samaan itu, yakni :

  1. Bunga Pinjaman
    Pada credit dengan agunan, peminjam juga akan member jaminan hingga bunga utang yang dipakai pada credit dengan agunan umumnya lebih kecil dibanding KTA. Oleh karenanya, angsuran pada KTA semakin lebih tinggi dibanding credit dengan agunan.
  2. Jumlah Pinjaman
    Pada credit dengana gunan, jumlah utang begitu bermacam, ada yang beberapa ratus juta sampai milyaran rupiah serta jumlah ini bergantung pada jenis jaminan yang anda beri. Umumnya utang yang didapatkan sekitar pada 70% – 80% dari estimasi harga jaminan. Oleh karenanya, makin bernilai jaminan yang didapatkan, makin tinggi utang yang anda peroleh. Sedang pada KTA, peminjam Cuma memperoleh utang yang umumnya maksimum cuma Rp50 juta. Ini karena bank tidak memiliki estimasi kelayakan keadaan keuangan peminjam, hingga jumlah utang tidak besar.
  3. Proses Pencairan
    Bank mesti lakukan appraisal (penilaian) dan pelajari aset yang anda menjadikan jaminan. Diluar itu, karna jumlah utang yang lumayan besar, prasyarat pada mengajukan credit dengan agunan lebih kompleks, hingga periode proses untuk pencairan cukup lama. Demikian sebaliknya, pada KTA, pengaju juga akan memperoleh utang secara cepat tidak ada prasyarat yang bertele-tele serta tidak ada sistem appraisal dari bank.